Selasa, 02 Oktober 2012


TEATER MODERN
Pertemuan ke 4

 

Pengertian dan Teknik

Teater Modern di Indonesia


·       Teater Modern adalah sebuah style atau gaya atau mode teater yang memiliki perbedaan khusus dengan teater era klasik, romawi, maupun teater tradisional.
·       Dalam perspektif teater Barat, teater modern dicirikan dengan dua komponen dasar, yakni sutradara dan aktor. Prinsip teater modern dicirikan oleh pendapat Jacques Copeau pendiri Theatre du Vieux-Columbier (1913), yakni dengan manifestonya Sebuah panggung kosong, sebuah ruang hampa (‘Pour l’oeuvre nouvelle qu’on nous laisse un treateau nu!). Robert Cohen juga menyebutkan bahwa teater modern dicirikan dari adanya Revolusi Politik di Amerika (1776), dan Perancis (1789) yang dengan sendirinya mengubah struktur politik dunia Barat, dan revolusi industri/teknologi yang memeriksa secara besar-besaran sistem ekonomi dan sosial banyak negara, termasuk Indonesia. Revolusi ini juga terjadi secara simultan pada lapangan intelektual –dalam filsafat, ilmu pengetahuan, pemahaman sosial, dan masyarakat yang tak beragama.
·       Sedangkan menurut Jacob Sumardjo, teater modern Indonesia dicirikan oleh (1) pertunjukan dilakukan di tempat khusus, yakni bangunan panggung prosenium yang memisahkan penonton dengan pemain, (2) penonton harus membayar, (3) fungsi teaternya adalah untuk hiburan dalam segala gradasinya, dari yang sifatnya amat populer sampai yang canggih, (4) unsur cerita amat erat kaitannya dengan peristiwa-peristiwa sezaman, (5) ungkapan bentuk sudah menggunakan idiom-idiom modern, seperti adanya intermezzo, pemimpin pertunjukan, lagu keroncong atau Melayu dengan peralatan musik modern, (6) menggunakan bahasa Melayu pasar, (7) adanya pegangan cerita tertulis.

Teater Bergaya Modern

·       Kita telah memilih istilah “Teater Bergaya Modern” yang kurang cocok untuk mencakup spektrum atau keseluruhan wilayah perbincangan tentang teater modern, yang meskipun berbeda dalam perujudannya secara individual, namun menunjukkan suatu desakan umum dalam membangun realitas pemodelan secara sadar ke dalam pengalaman teaterikal kehidupan-yang-luas. Gaya teater apapun dalam era apapun, tentu, memiliki gaya yang berbeda, tetapi di masa lalu, sebagian besar gaya selalu ditentukan oleh konvensi mutakhir dan keterbatasan teknologi. Dramawan modern, secara mencolok, memiliki kesadaran menyeleksi dan menciptakan gaya untuk meyakinkan teori estetiknya, prinsip sosialnya, atau penyederhanaan hasratnya untuk perubahan dan sesuatu yang baru.
·       Teater bergaya modern berusaha menciptakan format teater baru, tidak semata-mata mempertinggi atau meningkatkan bentuk performanya tetapi juga menyingkap persoalan mendasar suatu keberadaan: baik pokok-pokok pemahaman, pokok penggabungan, maupun pokok-pokok pribadi dan interaksi lingkungan.
·       Pemakaian gaya oleh teater modern ini berasal dari mana saja dan di mana saja: dari masa lalu, dari budaya asing, dan dari teknologi masa sekarang dan masa depan. Seniman teater modern memiliki segudang sumber yang belum pernah ada sebelumnya untuk sedemikian rupa menggambarkannya, dan mereka secara umum tidak memaksakan penerapan mereka dengan maklumat politik, larangan keagamaan, atau tradisi artistik yang diamanatkan. Teater bergaya modern niscaya orang merdeka dalam sejarah: baik itu dramawan, sutradara, aktor, maupun pendisain yang dibatasi penyelamatan usahanya dengan faktor sumber fisik yang universal dan imajinasi yang dimilikinya sendiri. Sebenarnya sesuatu harus diletakkan di atas panggung sebagaimana mestinya, dan di abad sembilan belas upaya tersebut sebenarnya menunjukkan sesuatu yang mulai berubah dari masa-masa sebelumnya.
·       Gaya teater modern ini tidak melepaskan sama sekali seluruh aspek realitas kehidupan, tetapi ia mempergunakan-nya dalam pandangan yang tak terduga dan mempertinggi pemaknaannya secara bebas dengan simbol dan kiasan, berusaha keras untuk menjelaskan dengan ibarat dan kiasan, membongkar dan membangun kembali dengan bahasa dan pemandangan serta melalui pencahayaan. Lebih jauh, ia membuat secara tegas yang sangat teaterikal melalui teater, seringkali memberikan kesan yang mendalam terhadap penontonnya, secara langsung maupun tidak langsung, bahwa mereka menyaksikan pertunjukan, bukan sebuah episode atau kejadian apa adanya dalam kehidupan sehari-hari seseorang. Penggayaan modern ini akhirnya diperkaya secara lebih luas. Cenderung mengangkat problem psikologis yang menyenangkan seperti persoalan filsafat, dan persoalan dalam hubungan kemanusiaan seperti persoalan kondisi kehidupan manusia. Penggayaan teater ini justru memperkaya persoalan, tidak terbatas pada satu persoalan tertentu; ia menggali abstraksi dan bertujuan memperkuat fokus tematik dan mempertebal dampak pemikiran.
·       Dalam Teater modern ini, perwatakan biasanya mewakili lebih dari pribadi individu atau tipe pribadi. Seperti kiasan abad pertengahan, drama bergaya modern selalu melibatkan watak orang yang mewakili kekuatan alam, kedudukan moral, insting manusia, dan semacamnya --entitas kematian, nasib, idealisme, kekuatan hidup, ibu pertiwi, bapak yang kejam, dan anak yang boros. Dan konflik digabungkan dengan kekuatan yang dimiliki, seperti konflik realisme, tidak menanggapi keterwakilan manusia: mereka lebih menghadirkan perpecahan yang tak pernah habis-habisnya dalam kondisi kehidupan manusia. Teater gaya ini bergaung dengan tekanan dan frustasi manusia dalam wajah yang selalu tidak bisa mencapai titik temu yang sesungguhnya diinginkan.
·       Tetapi bukan berarti bahwa Teater gaya modern selalu suram: ia selalu mempergunakan fantasi dan satir yang tajam sebagai gaya utamanya. Meskipun tema Teater gaya modern mengusung kegelisahan --sebagai contoh, pengasingan manusia, kegagalan komunikasi, kehilangan rasa bersalah, kehilangan harapan dengan ketegaran-- hal ini tidak sepenuhnya menjadi teater yang pesimis atau menampilkan kekejaman yang nihilistik. Selanjutnya, kemuliaan merupakan pilihan terbaik teater bergaya modern, perlawanan selalu membanjiri tema-temanya; ini lebih penting ketimbang frustasi; ini merupakan kemenangan perpusian terhadap pengasingan, komedi terhadap ketiadaan komunikasi, dan ini keterampilan seniman terhadap hilangnya harapan. Gaya teater modern bertujuan mengangkat keberadaan dan bahkan martabat penontonnya, bukan membebani mereka; dan jika gaya teater ini menunjukkan tiadanya solusi terhadap pemecahan permasalahan kehidupan yang sesungguhnya, hal ini dapat dimaknai sebagai upaya untuk memberikan perhatian terhadap totalitas petualangan manusia sejernih mungkin.

Ringkasan

Teater Modern sebagai gaya memiliki pengertian dan teknik yang berbeda dengan teater Klasik, Romawi maupun teater tradisional di Indonesia. Pengertian dan teknik tersebut dipengaruhi oleh perkembangan zaman yang mengikutinya. Prinsip modern yang lahir dari perkembangan pajang sejarah modern turut memberikan bentuk pemahaman terhadap teater modern. Dari segi geografis maupun kultural, pengertian dan teknik teater modern juga membuat perbedaan yang penting. Di Indonesia berbeda dengan dataran Eropa maupun Amerika, begitu juga di Afrika. Namun demikian, semua itu memiliki rangkaian yang berujung pada satu prinsip, yakni pemahaman terhadap dunia modern.
Di Indonesia, teater modern lebih dihubungan dengan teater tradisional, sedangkan di Eropa dan Amerika, perbedaan itu lebih dititikberatkan pada perkembangan filosofi modern yang berkaitan erat pula dengan dunia pengetahuan yang berkembang sangat nyata dalam dataran praksis kehidupan masyarakatnya. Hal inilah yang menyebabkan, mengapa teater modern di Eropa dan Amerika lebih beragam dibandingkan dengan Indonesia

Topik Diskusi

1.    Jelaskan asal mula kelahiran suatu gaya dalam teater modern
2.    Bagaimana fungsi gaya dalam teater modern
3.    Amatilah teater modern di sekitar anda, dan bagaimana menurut anda gaya teater modern tersebut?


Bersambung ke Pertemuan 5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar