Selasa, 02 Oktober 2012


TEATER MODERN
Pertemuan ke 6

Pengaruh Sastra Drama Modern Indonesia



·             Sastra Drama Modern Indonesia lahir pada masa penjajahan
·             Drama Bebasari (1926) ditempatkan sebagai sastra Drama Modern Indonesia pertama, karena merupakan naskah drama pertama yang menggunakan bahasa Indonesia (Melayu Rendah/bahasa Melayu pasaran), dan dalam bentuk tertulis, atau bukan lagi bahasa tutur dan lisan.
·             Bersamaan dengan tumbuhnya Sastra Drama Modern Indonesia, sastra Drama Asing (Inggris, Rusia, Spanyol, Jerman) memberikan kontribusi yang sangat besar. Hal ini dimungkinkan oleh penggunaan sastra drama asing tersebut dalam berbagai pertunjukan teater di Indonesia
·             Percampuran drama modern Indonesia dengan drama asing itu memberikan pengaruh yang besar dalam pertumbuhan drama modern Indonesia, begitu pula pada bentuk teater modern.
·             Masyarakat pun turut andil dalam menggairahkan pertumbuhan drama dan teater modern Indonesia. Hal ini diperlihatkan oleh beragamnya drama dan teater modern Indonesia pasca Kemerdekaan.
·             Drama Modern pasca Kemerdekaan dengan dukungan perguruan tinggi dan pendidikan yang modern, terutama dalam ilmu sastra dan teater, telah memberikan bentuk yang lebih kuat terhadap karya drama dan teater
·             Dramawan modern Indonesia tergolong cukup kreatif dalam mempertemukan berbagai unsur yang ditemukan dalam mempersatukan aspek tradisional maupun karya drama asing. Karya saduran dan adaptasi merupakan salah satu contoh yang menarik untuk kita simak dan sebagai fakta yang tak bisa ditolak lagi terhadap sebuah sikap kreatif dramawan, dan akhirnya teaterawan modern Indonesia.
·             Hingga 1970-an, drama modern Indonesia berada dalam satu bentuk yang sangat kuat, yakni realisme, disamping juga ditemukan drama-drama naturalisme, romantisme, epik dan absurd.
·             Era 1980-an, kekuatan karya drama modern mulai memiliki daya tarik, khususnya dengan munculnya pemikiran-pemikiran baru dalam teater. Drama modern Indonesia berubah bentuk sedemikian cepat, dan melahirkan teater-teater yang juga sejalan dengan pertumbuhan drama modern
·             Era 1990-an, drama modern mulai mengalami berbagai tantangan karena kebekuan pertumbuhan dramatiknya, dan berkembangnya berbagai teknologi yang mulai menggerogoti paham drama modern Indonesia. Namun demikian, drama modern Indonesia tetap bertahan, karena siklus pemahaman dan daya tangkap masyarakat secara intelektual, serta pertumbuhan dunia global dan popular, hingga menguatnya televisi dan cyber media pada umumnya
·             Pertumbuhan dan pengaruh sastra modern di masing-masing daerah di Indonesia tidak sama satu sama lainnya. Hal ini disebabkan oleh cara pandang pelaku teater maupun pertumbuhan kebudayaan yang terjadi di suatu daerah yang saling mengikat kebutuhan kreatif para pelaku teater di Indonesia.

Ringkasan

Pertumbuhan drama modern sangat mempengaruhi pertumbuhan teater di Indonesia, khususnya dalam mempercepat tumbuhnya teater modern Indonesia. Dramawan teater Indonesia yang selalu merupakan pelaku teater sekaligus, dengan sendirinya melakukan berbagai penyesuaian dengan gaya drama modern tersebut.
Penyesuaian tersebut juga melahirkan bentuk teater baru. Peran dunia akdemik dan pertumbuhan teknologi yang cepat mempengaruhi dunia sastra drama modern dan teater pada umumnya.

Topik Diskusi

1.          Mengapa sastra drama modern Indonesia mempengaruhi dunia teater pada umumnya. Dan, apakah yang menyebabkan terjadinya pengaruh tersebut!
2.          Bacalah salah satu karya drama Indonesia, dan carilah aspek modernitas dalam karya tersebut!
3.          Saksikanlah salah satu karya teater di Indonesia, dan carilah apa yang anda pahami sebagai karya teater modern Indonesia!
4.          Cobalah temukan salah satu pelaku teater di kota anda, dan cobalah identifikasi aspek-aspek modern yang mereka kenal. Dan, bagaimana pendapat anda terhadap pemikiran pelaku teater tersebut
5.          Apakah anda sepakat, bahwa sastra drama modern Indonesia diperlukan dalam kehidupan sekarang. Begitu juga dengan teater modern, apakah masih diperlukan dalam kehidupan sekarang ini!


Bersambung ke Pertemuan 7

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar